Halaman Utama
Tentang Kami
Konsultasi
Konfirmasi Pembayaran
Pendaftaran
USAHAWAN SEJATI
Cara Benar Menjadi Usahawan
Halaman Utama
Tautan Website Usahawan Sejati.Net :


anggotausahawansejati.blogspot.com
usahawansejatinet.blogspot.com



SELAMAT TAHUN BARU 2012

 

Dengan berlalunya tahun 2011, maka kita harus melakukan evaluasi  langkah yang telah kita tempuh. Ditahun 2012, kekurangan pada tahun sebelumnya kita perbaiki dan prestasi yang telah kita capai terus ditingkatkan. Semoga tahun baru 2012, memberikan semangat baru, dan kinerja  ditahun 2012 lebih baik dari tahun sebelumnya. Terima kasih

 

Wassalam,

Firdaus Hendrawan

 



EFISIENSI

Yth, Pengunjung setia Usahawan Sejati.net

Bersama ini disampaikan bahwa, saya akan menayangkan artikel tentang Efisiensi. Karena bahasan tentang Efisensi cukup panjang dan terdapat bahasan yang berbeda, maka tayangan akan saya sampaikan dalam beberapa artiket. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Wassalam

Firdaus Hendrawan



Mengawali tayangan lanjutan pembahasan tentang efisiensi, ada yang perlu saya sampaikan bahwa, saya menyadari tulisan tersebut agak berat untuk dicerna. diperlukan pengulangan dalam membaca dan memahaminya. akan tetapi menurut hemat saya ini merupakan salahsatu bagian terpenting dalam mengelola usaha, sehingga saya harapkan pengunjung setia Usahawan Sejati.net dapat memahami dan mengaplikasikannya. Terima kasih. Sukses Selalu


 

 

EFISIENSI BAGIAN TIGA

 

Tidak mudah menemukan penyebab terjadinya biaya tidak efisien, perlu dinanalisa semua komponen biaya satu per satu Dalam kondisi lain, perlu dilakukan perbandingan dengan perusahaan lain yang bergerak dalam bidang yang sama  Akan tetapi efisiensi akan terkontrol apabila analasi dan evaluasi dilakukan secara rutin dan terus-menerus. Perlu dilakukan juga perkiraan atau estimasi yang akan terjadi apabila terdapat perubahan kebijakan pemerintah.  Sebagai contoh, kebijakan kenaikan harga BBM, kenaikan pajak impor, kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan gas elpiji. Dan perlu diantisipasi juga lebih jauh kondisi ekonomi secara global. Sebagai contoh kenaikan harga minyak mentah.  Terjadi kegagalan panen gandum di Amerika, terjadi kenaikan permintaan beras, terjadi kenaikan bahan baku plastik, dan lain-lain.

Mungkin anda berfikir, bahwa untuk mengetahui informasi sejauh itu, tidak ada gunanya untuk perkembangan usaha anda. Dalam jangka pendek memang benar, akan tetapi dalam jangka panjang pengaruhnya sangat besar  memang tidak perlu kita menggali informasi yang terlalu dalam  Informasi yang diperlukan minimal yang berhubungan dengan usaha kita. Sebagai contoh, informasi tentang kebijakan kenaikan elpiji, mungkin hanya satu kali dalam satu tahun. Atau mungkin berita tentang terjadi kenaikan permintaan beras, akan dapat diperoleh ketika anda mendengarkan televisi, atau membaca Koran, atau mungkin dari obrolan orang di pasar.

 Yang paling penting antisipasi dari berita tersebut, terutama untuk memperkirakan kenaikan harga beli bahan baku yang mempengaruhi aktivitas perusahaan.  Hal ini diperlukan agar kita tidak ketinggalan dalam mengambil keputusan yang harus ditempuh seperti kebijakan menaikan harga jual.  Kecepatan dalam mengambil keputusan akan menentukan rugi atau laba suatu usaha. Sebagai contoh dengan adanya kenaikan harga beli, kita akan memperoleh keuntungan, apabila sebelum harga betul-betul naik, kita sudah menaikan harga jual.  Konsumen tidak akan keberatan, karena mereka juga tahu bahwa terjadi kenaikan harga bahan baku.  Keuntungan diperoleh karena kita masih memiliki persediaan dengan harga yang lebih murah.  Atau perusahaan bisa rugi, apabila terlambat dalam menaikan harga jual, misalnya harga bahan baku sudah naik, akan tetapi perusahaan masih mempertahankan harga lama. Hal ini biasanya terjadi pada pengusaha kecil, dimana penentuan harga jual ditentukan oleh pembeli.

 Banyak factor yang menyebabkan biaya tidak efisien, dalam hal antisipasi penyebab tidak efisien dibagi dua; yaitu dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan.  Tetapi yang paling penting adalah bagimana kita bisa menemukan penyebab, membuat identifikasi, membuat alternatif pemecahan masalah dan mengambil keputusan pemecahan masalah dan terakhir adalah evaluasi.  Selanjutnya saya akan memberikan contoh penyebab biaya tidak efisien dan langkah penyelesaiannya.

Kenaikan harga permanen adalah kenaikan yang bersifat permanen, dalam jangka waktu lama dan kemungkinan turun sangat kecil sebagai contoh kenaikan tarif listrik, kenaikan harga bahan bakar, kenaikan tarif telepon, kenaikan tarif tol dan lain-lain.  Kenaikan tersebut akan berpengaruh langsung terhadap hampir semua barang kebutuhan perusahaan. Misalnya biaya bahan baku, .biaya proses, biaya pengemasan, biaya pengangkutan, biaya pemasaran.  Bahkan dalam jangka menengah akan berpengaruh terhadap biaya karyawan.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang sifatnya permanen, langkah yang harus ditempuh adalah dengan menghitung kenaikan semua komponen biaya sehingga kita dapat menentukan harga pokok penjualan.  Harga pokok ini sebagai dasar untuk menentukan kenaikan harga jual barang dengan menambah prosentase keuntungan.  Kenaikan harga harus segera dilakukan, jangan sampai menunggu persediaan lama dengan harga beli sebelum terjadi kenaikan habis.  Hal ini harus dilakukan karena apabila menunggu persediaan lama habis, akan mempengaruhi modal yang dimiliki.  Memang dari segi jumlah uang tetap, akan tetapi dari jumlah barang akan berkurang  dengan jumlah uang yang sama kemampuan beli akan berkurang, karena harga beli naik.  Dalam jangka panjang hal ini akan menimbulkan kerugian  bagi perusahaan.

 



Efisiensi Bagian 2 (Bagian Dua)

 Tidak selamanya efisiensi identik dengan pengurangan biaya, adakalanya malah sebaliknya, kita harus mengeluarkan biaya untuk mengurangi biaya secara keseluruhan.  Sebagai contoh biaya listrik di suatu perusahaan selalu tinggi mencapai Rp. 8 juta setiap bulan, pada waktu dievaluasi, ternyata banyak kebocoran tegangan listrik karena peralatan tidak stabil, salah satu jalan adalah harus memasang kapasitor untuk mengurangi beban yang timbul. Harga kapasitor sebesar Rp. 5 juta.  Tetapi dengan adanya kapasitor mampu memperkecil biaya listrik menjadi Rp. 5,5 juta per bulan.  Artinya dengan dua bulan pembelian kapasitor bisa tertutup dengan pengurangan biaya listrik.

Kadang untuk melakukan efisiensi, harus melakukan investasi dengan nilai yang cukup besar.  Sebagai contoh perusahaan yang bergerak dalam persusuan sering mengalami kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan truck tangki pengangkut susu.  Apabila truck mogok diperjalanan pada saat mengangkut susu, maka susu dalam tangki menjadi rusak dan kerugian mencapai Rp. 35 juta.  Langkah yang harus diambil adalah mengganti truck tersebut dengan truck baru.  Truck lama dijual untuk uang muka, cicilan per bulan sebesar Rp. 8 juta.  Dengan penggantian truck tersebut kita dapat mengurangi kerugian sampai lebih dari Rp. 27 juta per bulan. 

Memang melakukan investasi dalam keadaan perusahaan rugi, merupakan kebijakan yang tidak popular, karena bertentangan dengan banyak pihak.  Banyak orang yang berfikir bahwa tidak layak melakukan investasi dalam keadaan merugi, jangankan untuk investasi untuk biaya operasional saja tidak mencukupi.  Akan tetapi secara manajemen hanya satu-satunya cara untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan hanya dengan investasi.

Dalam investasi, tidak selamanya kita harus mengeluarkan uang, akan tetapi kita bisa menyiasati dengan cara kredit seperti untuk membeli kendaraan truck tanki baru seperti contoh diatas.  Atau untuk membeli kapasitor kita bisa memberikan uang muka dan sisanya dicicil.  Kita bisa katakan kepada penjual kapasitor, kita akan beli dengan harga lebih tinggi tapi dengan catatan kapasitor sudah terbukti dapat mengurangi biaya listrik. Dalam kasus diatas kita bisa membeli dengan harga Rp. 7,5 juta dan dicicil sebanyak 3 bulan.  Saya kira banyak orang mau untuk meminjamkan uang dengan keuntungan 50 persen dalam waktu 3 bulan. Kalau dilihat dengan harga lebih tinggi 50 persen, bisa ditafsirkan perusahaan telah melakukan pemborosan.  Akan tetapi apabila kita simak, perusahaan tidak rugi, bahkan mendapatkan keuntungan besar dengan turunya biaya listrik.

Saya kira tidak sedikit perusahaan yang menghadapi kebangkrutan, yang disebabkan oleh faktor tidak efiseiensi. Pengeluaran biaya tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima.  Kebanyakan pengelola perusahaan mengambil tindakan dengan melakukan pengurangan biaya secara drastis misalnya gaji karyawan dikurangi, fasilitas karyawan di pangkas, penggunaan telepon dibatasi, penggunaan AC ruangan dibatasi dan lain-lain.  Akan tetapi mungkin langkah tersebut tidak tepat, karena masalah pokok bukan terletak pada hal tersebut.  Malah dengan tindakan tersebut akan menimbulkan masalah baru, adalah semangat kerja karyawan menurunBaca Selanjutnya


EFISIENSI BAGIAN 1


Definisi efisiensi menurut SP Hasibuan :

‘’Perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan) seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas, dengan kata lain hubungan dengan apa yang telah diselesiakan’’

 Efisiensi memberikan peranan yang tidak sedikit, dalam pencapaian keuntungan perusahaan.  Banyak perusahaan yang merugi, dikarenakan tidak bisa melakukan efisiensi, tetapi banyak juga perusahaan memperoleh keuntungan yang tinggi karena pola kerjanya efisien.

 Ukuran efisiensi tidak dapat disamakan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, karena sangat tergantung dengan situasi dan kondisi pada perusahaan masing-masing.  Akan tetapi ukuran tersebut bisa dibandingkan pada perusahaan sejenis.  Sebagai contoh toko A menjual minyak goreng Rp. 8.000 per kg, toko B, menjual minyak goreng dengan jenis yang sama dengan harga Rp. 8.500 per kg. Kedua toko tersebut sama-sama mengambil keuntungan sebesar Rp. 1.000 per kg.  Ada beberapa kemungkinan penyebab perbedaan harga jual di dua toko tersebut.

 Pertama harga beli toko B lebih tinggi dari, harga beli toko A, hal ini mungkin terjadi karena toko A dan toko B membeli minyak di agen yang berbeda. Atau mungkin toko A membeli dalam skala besar, sehingga memperoleh potongan harga.

Kedua adalah jumlah pembelian yang berbeda mengakibatkan biaya angkut per liter berbeda.  Contoh apabila kedua toko mengangkut minyak dengan becak, ongkos becak sekali angkut Rp. 50.000,- . Toko A setiap membeli minyak goreng sebanyak 100  kg, sedangkan toko B sebanyak 50 kg. Biaya angkut toko A adalah Rp. 500 per kg, sedangkan toko B Rp. 1.000 per kg. 

 Ketiga adalah proses pengemasan, toko A mengemas minyak goreng tepat timbangannya dan tidak ada minyak yang tercecer dari 50 kg minyak goreng menjadi 50 bungkus kemasan 1 kg, sedangkan toko B dari 50 kg menjadi 48 bungkus kemasan 1 kg.

 Keempat adalah pembebanan biaya umum, toko A milik sendiri, dan hanya memiliki satu orang karyawan. Toko B  sewa dari orang lain, dan dia memiliki karyawan 3 orang.  Pembebanan biaya toko B lebih besar dari pada toko A.

 Dalam penjualan barang kebutuhan pokok, makanan dan minuman, biasanya agen menerapkan potongan harga untuk pembelian dengan jumlah tertentu, memang sebaiknya membeli dengan jumlah besar untuk mendapatkan potongan harga. Akan tetapi harus diperhitungkan juga modal yang dimiliki dan kemampuan menjual. Jangan sampai modal bertumpuk pada satu jenis barang, dan barang jangan terlalu lama disimpan, karena kualitas barang menurun.

 Ongkos angkut adalah komponen biaya yang memiliki prosentase yang besar dalam struktur biaya, apalagi dengan semakin tingginya harga BBM dan suku cadang kendaraan.  Kapasitas daya angkut kendaraan harus dimaksimalkan, dari contoh diatas menunjukkan bahwa besarnya ongkos angkut setengah dari keuntungan.  Cara untuk memperkecil ongkos angkut adalah dengan memaksimalkan daya angkut kendaraan.  Sebagai contoh, apabila becak bisa mengangkut 100 kg, jangan mengangkut 50 kg, karena ongkosnya sama.  Apabila minyak goreng yang diangkut hanya 50 kg, coba dipenuhi dengan belanjaan lainnya. Baca Selanjutnya



Akhir Cerita Seekor Gajah Yang Rakus


Dalam suatu riwayat, dikisahkan di Negara antah berantah, ada seekor gajah yang bertubuh besar dan kekar. Gajah tersebut memiliki sifat yang jelek yaitu rakus dan sombong, sehingga dia tidak disukai oleh sesama gajah apalagi oleh penghuni hutan lainnya. Sifat jelek lainnya adalah dia selalu mementingkan diri sendiri, dan tidak mau mengindahkan sesama penghuni hutan lainnya.

Dalam mencari makan dia tidak mau berbagi, dia selalu mendapatkan areal rumput yang hijau dan segar, sedangkan kelompok gajah lainnya hanya mendapatkan sisanya. Penghuni hutan lainnya tidak bisa mencegah keinginannya,  mereka tidak berani untuk melawan, karena phisik gajah tersebut jauh lebih kuat.

Si gajah tidak puas mencari makan ditempat dia tinggal, dia menjelajah ke manapun dia suka. Pada suatu saat dia masuk ke wilayah tempat tinggal sekelompok semut, si gajah menginjak-injak tempat tinggal semut, sehingga banyak semut yang terluka dan mati. Si gajah tidak memperdulikan jeritan kesakitan dari ribuan semut yang terluka dan sebagian diataranya bahkan mengalami kematian. Semakin banyak semut yang menderita dan mati, maka semakin puas si gajah, karena merasa dirinya lah yang paling kuat.

Akhirnya semut yang selamat, lari tunggang langgang menyelamatkan diri masing-masing dengan mencari perlindungan dibalik batu dan sebagian naik keatas pohon besar yang tidak bisa dijangkau oleh si gajah. Semut-semut yang bersembunyi tidak berani untuk keluar dari persembunyianya karena takut menjadi korban kebiadaban si gajah.

Akan tetapi semut-semut itu harus keluar dari persembunyiannya dan mencari makan, karena kalau terus bersembunyi mereka akan mati kelaparan. Akhirnya mereka berembuk untuk mencari cara mengusir si gajah, bahkan apabila bila perlu membunuh si gajah yang sombong itu.

Ada semut yang mengusulkan meminta bantuan dari penghuni hutan lainnya yang memiliki tubuh yang bisa mengimbangangi kekuatan si gajah, tetapi tidak satu penghuni hutan pun yang sanggup, bahkan hewan pemangsa seperti harimau sekalipun.

Akhirnya ada semut yang mengusulkan menyerang si gajah dengan memasuki telinga si gajah dan menggigit bagian dalam telinga gajah. Usulan ini disetujui dan disusunlah strategi untuk menyerang si gajah. Operasi untuk melumpuhkan si gajah dimulai dengan pengamatan terhadap perilaku  gajah, mulai dari kapan dia mencari makan, kapan dia beristirahat dan sebagainya.

Setelah semua data terkumpul maka diutuslah pasukan semut untuk menyerang gajah pada saat si gajah lengah, dipilihlah waktu ketika gajah tidur. Dengan tekad yang membara, dan dengan doa restu dari seluruh umat semut, maka mereka bergerak menuju sasaran yang telah ditentukan. Setelah sampai pada sasaran, komandan pasukan semut mengajak agar semua pasukan semut untuk melakukan doa, meminta perlindungan dari maha pencipta. Setelah itu satu-persatu semut menaiki tubuh si gajah, si gajah tidak merasakan kehadiran pasukan semut, karena dia tertidur pulas setelah kekenyangan menyantap makanan.

Pada akhirnya pasukan semut satu persatu memasuki telinga gajah. Komandan pasukan semut memerintahkan kepada pasukannya untuk menggigit gendang telinga si gajah secara bersamaan. Si gajah terbangun karena merasa kesekitan pada bagian telinganya. Si gajah menggeleng-gelengkan kepalanya dengan harapan rasa sakitnya berkurang.

Akan tetapi pasukan semut semakin keras menggigit teling si gajah. Karena rasa sakit yang begitu dalam, dan dia tidak bisa berbuat apapun, maka si gajah melampiaskan rasa sakitnya dengan berlari kesana kemari tanpa memperdulikan langkah yang dia tempuh. Sesekali kepala si gajah dibentur-benturkan ke tebing batu. Semakin keras gigitan pasukan semut, semakin kencang si gajah berlari dan semakin keras membenturkan kepalanya ke tebing batu.

si gajah terkapar dengan penuh luka disekujur tubuhnya, dan akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir. Bangsa semut dan penghuni hutan lainnya bersorak gembira dan kehidupan kembali normal. Dengan adanya kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi bangsa semut dan penghuni hutan lainnya bahwa pentingnya  kebersamaan dan kewaspadaan.

Cerita diatas merupakan suatu ilustrasi tentang keserakahan perusahaan besar yang mengambil porsi usaha-usaha kecil, sehingga usaha-usaha kecil tersebut sakit dan diantaranya banyak yang mati, yang terjadi di negeri kita saat ini. Akan tetapi sesungguhnya. Perusahaan besar tersebut (yang saya ilustrasikan sebagai Seekor Gajah Yang Rakus), ternyata memiliki kelemahan yang kalau diserang dengan bersama-sama, maka dalam waktu singkat akan merugi dan pada akhirnya akan mati mengenaskan karena kerakusannya, Seperti Akhir Cerita Seekor Gajah Yang Rakus.

Nantikan Inti dari Cerita diatas. Terima kasih

Wassalam,


Firdaus Hendrawan

 




 






Halaman UtamaTentang KamiKonsultasiKonfirmasi PembayaranPendaftaran
Terima kasih telah bergabung dengan kami, semoga anda mendapat manfaat dari website kami.